Halaman yang akan memuat tulisan sastra maupun budaya, yang sifatnya terpinggirkan dari kalayak lebih tepat lagi tidak mendapat perhatian orang secara penuh.
Senin, 09 Juni 2008
Pulauku
~untuk
Dik, kusebut cahayamu lentera hijau juga pipit di pantai kemarau.
Sebab sajak ini meringis(menjengukmu) dik
Dan aku bamboo yang menua. Sendiri, tak berpeluk apalagi berdendang mesra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar